Segala sesuatu tentang Yesus ( part 1 )

287 viewers

Di ruang ini kita berjumpa untuk belajar “segala sesuatu tentang Yesus Kristus”. Siapakah Yesus Kristus itu? Kami yakin walaupun nama ini sudah demikian terkenal di dunia, masih banyak orang yang bertanya tentang diriNya.  Untuk itu kami berusaha memberikan  penjelasan dengan bahasa yang sederhana saja agar mudah dicerna, dan dimengerti oleh kaum awam. Tulisan ini akan kami muat dalam beberapa seri  yang akan diunggah setiap hari Senin. Harapan kami tulisan ini dapat memberi pencerahan serta pendalaman bagi setiap orang yang merindukan relasi dengan Allah di dalam Yesus Kristus.

 

Kekekalan

Jika kita ingin tahu lebih dalam tentang Yesus, kita harus mau menelusuri asal-usulNya secara benar, tidak cukup hanya mengenal Dia dari cerita di sekitar kita atau dari sumber yang tidak jelas. Sumber yang paling absah untuk menelusuri kehidupan Yesus , misi dan ajaranNya di dunia adalah segala yang tertulis di dalam Alkitab. Dengan kata lain kalau mau tahu tentang Yesus , bacalah Alkitab dulu. Namun demikian itu pun belum cukup. Masih ada sumber-sumber lain yang perlu melengkapi. Lebih penting lagi, anda harus yakin dulu apakah anda sudah beriman kepadaNya. Beriman aritinya anda  percaya walaupun belum pernah bertemu atau melihat. Tanpa iman penjelasan apa pun tak akan membuat anda  memahami Dia.

Sebelum kita lanjut membaca, maka pastikanlah dahulu bahwa anda sebagai pembaca percaya dengan dunia kekal. Sebelum dan sesudah masa panjang kehidupan di dunia ini, entah itu ribuan, ratusan bahkan  jutaan tahun, ada dunia  yang tidak mengenal hukum waktu (kehidupan di luar dimensi waktu).   Di sanalah asal muasal kehidupan Yesus Kristus. Dia berasal dari dunia tanpa ukuran waktu: siang atau malam, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya. Seseorang yang tidak percaya kepada kekekalan tidak mungkin mempercayai hal-hal rohani seperti: surga, malaikat, Allah dan juga neraka. Tetapi seandainya percaya pun belum tentu mereka bisa mengenal Yesus Kristus, karena bagi mereka mungkin ada kekekalan lain yang berbeda dengan asal muasal Yesus Kristus.

Alkitab tidak banyak mencatat hal-hal tentang dunia kekal. Dalam kitab pertama Perjanjian Lama, yaitu Kitab Kejadian pasal 1 ayat 1 tertulis: Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Pada bagian-bagian selanjutnya Alkitab menulis seluruh kehidupan nyata dalam bumi yang telah diciptakanNya. Memang ada catatan tentang nabi-nabi yang pernah melihat surga, namun itu pun sebatas dalam mimpi, misalnya: Yakub bermimpi melihat tangga yang menyentuh langit dan dari sana Tuhan berbicara dengannya. (Kejadian 28:12-13); Nabi Daniel berbicara dengan Allah dan mendapat penglihatan. Demikian pula dengan Perjanjian Baru, beberapa Rasul mendapat penglihatan dan pesan-pesan dari Allah, bahkan Rasul Paulus pernah melihat surga dan terakhir Rasul Yohanes mendapat pewahyuan tentang akhir jaman dan kehidupan kekal.

 

 

Namun tak satu catatan pun yang dibuat dalam keadaan sadar, semua catatan itu dibuat di luar kesadaran alam manusia, dalam mimpi atau penglihatan yang sering disebut dengan askese. Kesimpulannya, belum seorang pun pernah melihat surga denga mata-kepalanya sendiri, dan Allah belum pernah membuka rahasia ini secara tuntas. Itu lah sebabnya sebagai manusia yang dibatasi oleh ruang dan waktu kita tidak mungkin memahami kekekalan, kecuali dengan IMAN.

Alkitab menjelaskan iman itu seperti ini: Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Iman itu memampukan kita percaya walaupun kita belum pernah ke sana.

Bagaimana mungkin kita memahami Allah dengan pikiran yang begitu terbatas? Bayangkanlah, untuk menciptakan bumi dan cakrawala yang mega ini Dia hanya perlu berfirman: “Jadilah”, maka semua jadi (Kejadian 1:3,6,9), sementara untuk membangun sebuah meja saja, bayangkan berapa alat yang harus kita miliki dan berapa daya yang harus dikerahkan.  Manusia membutuhkan segala peralatan, sementara Allah hanya perlu berfirman.

Jika ajaran Kristen mengajar tentang kekekalan yang dimaksud bukan hanya Surga, tetapi juga Neraka. Kedua dunia itu adalah alam kekal yang berlangsung tanpa kesudahan. Yang lebih tegas lagi ajaran Kristen memberi syarat untuk masuk Surga, yaitu mereka yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan, bukan hanya sebagai manusia, bukan juga hanya sebagai nabi.

Itu adalah syarat yang tak tergantikan dan tak terbantahkan menurut Kristen.  Tidak akan pernah ada pengakuan yang lebih jelas dari pada ungkapan Yesus yang berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6). “ Bapa” adalah kekekalan, dan hidup dalam dunia kekal, dan jika kita mau ke sana maka hanya Yesus Kristus lah yang bisa membawa kita ke sana. Bukankah tidak terlalu sulit untuk memahami kalimat Yesus Kristus ini?

Dimanakah hal itu akan berlangsung? Di dunia kekal, dunia yang tak seorang pun tahu kecuali dia beriman.  Jika kita masih belum yakin bahwa dunia kekal itu ada, mustahil kita bisa memahami keberadaan Yesus Kristus dan misiNya di dunia ini. Mustahil kita bisa menarik garis penghubung antara kehidupan nyata di dunia dengan kehidupan kekal yang dijanjikan Yesus Kristus, itu hanya akan menjadi mimpi tanpa makna.

Pastikanlah anda meyakini  kekekalan itu ada, dan anda akan punya kerinduan untuk hidup di sana  pada waktunya. Setelah itu pahamilah bahwa hanya Yesus yang bisa membuka pintu ke sana.

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang Yesus Kristus, siapa Dia, apa misiNya di dunia ini.

Sampai jumpa

Tinggalkan Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar.