TRINITAS DAN KRISTOLOGI 2 Sekilas Tentang Kekekalan

237 viewers

Setiap membahas keberadaan Allah Tritunggal, maka hal yang terpenting sebenarnya adalah bahwa kita mempercayai hidup yang kekal, karena terlalu banyak orang yang sudah tidak mempercayainya. Alkitab tidak banyak mencatat hal-hal tentang dunia kekal. Dalam Perjanjian Lama, yaitu Kitab Kejadian pasal 1 ayat 1 tertulis: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Tidak ada penjelasan apa yang ada sebelum dunia diciptakan. Pada bagian-bagian selanjutnya Alkitab hanya lah menulis seluruh kehidupan nyata dalam bumi yang telah diciptakanNya.

Memang ada catatan tentang nabi-nabi yang pernah melihat kekekalan atau surga, namun itu pun sebatas dalam mimpi, misalnya: Yakub bermimpi melihat tangga yang menyentuh langit dan dari sana Tuhan berbicara dengannya. (Kejadian 28:12-13); Nabi Daniel berbicara dengan Allah dan mendapat penglihatan. Demikian pula dalam Perjanjian Baru, beberapa Rasul mendapat penglihatan dan pesan-pesan dari Allah, bahkan Rasul Paulus pernah melihat surga dan terakhir Rasul Yohanes mendapat pewahyuan tentang akhir jaman dan kehidupan kekal. Tetapi semua terjadi sebatas dalam penglihatan dan mimpi, tidak ada keterangan yang lebih nyata lagi.

Dengan meyakini kehidupan kekal maka kita akan mendapat jalan untuk mempercayai Allah Tritunggal yang seluruh keberadaannya ada dalam dunia kekal, hanya Satu Pribadi saja pernah hidup di dunia nyata, yaitu Yesus Kristus.

Ilustrasi diatas diberikan untuk membantu kita membayangkan kekekalan dengan imaginasi kita yang sangat terbatas. Dalam deret waktu diatas manusia lahir, tumbuh, menjadi anak, remaja, dewasa, lalu menikah dan meninggal. Dan kekekalan itu seakan adalah batas-batas dari deret waktu tersebut. Itulah yang bisa kita bayangkan. Sementara kekekalan atau surga seperti apa? Dunia itu masih misterius, belum ada yang bisa menyingkap dan melukisnya. Namun Alkitab mengatakan di sana tidak ada insan yang berusia, tidak ada kelahiran, pernikahan maupun kematian. Jangka waktu yang berlaku bagi kita tidak berlaku lagi di sana.

Silahkan lanjut ke bagian 3 (tiga)

Tinggalkan Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar.