TRINITAS DAN KRISTOLOGI 20 KEMANUSIAAN YESUS

241 viewers

I. KEMANUSIAAN YESUS

Sebelumnya kita sudah belajar tentang Keilahian Yesus

Ini adalah hal yang berlawanan dengan apa yang kita pelajari sebelumnya.

Yesus adalah 100% manusia.

Latar belakang

1. Keturunan Perempuan (Kej 3:15) Allah Trinitas merencanakan bahwa Yesus akan lahir dari seorang perempuan. Jadi sejak awal telah direncanakan Yesus akan menjadi manusia.

2. Seorang perempuan muda mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki – Imanuel (Yes 7:14) Imanuel artinya Allah bersama kita. Sebelumnya Yesus menampakkan diri kepada Yesaya, Ia mengatakan bahwa Ia akan lahir dari seorang perawan.

3.Yesus – Imanuel (Mat 1:21-23). Ia menamakan diri Nya Imanuel yang berarti Allah berserta kita, artinya Allah bersama manusia, Allah akan menjadi manusia dan hidup bersama kita, siang dan malam. Ia akan makan bersama kita, tidur dengan kita, berbicara kepada kita. Allah yang seperti itu dinamakan Imanuel. Pewahyuan melalui nabi Yesaya ini terjadi sekitar 700 tahun sebelum Yesus lahir.

700 tahun setelah itu Malaikat Gabriel mendatangi Maria, dan mengatakan kepadanya bahwa ia akan melahirkan seorang anak. Malaikat Gabriel juga mendatangi Yusuf tunangan Maria dan mengatakan bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang bayi dengan nama Yesus.

Arti dari Yesus adalah (Mat 1:21-23) “yang menyelamatkan umatNya”, umatNya sendiri, jadi bukan umat yang lain atau semua umat. Ini adalah faham calvinisme. Di sinilah pertama kali nama Yesus muncul dalam Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Lama tidak ditemukan nama Yesus. Dan ayat 23 mengatakan bahwa Yesus adalah Imanuel.

Nama Imanuel ini muncul pada waktu Yesaya, 700 tahun sebelumnya (Yes 7:14)

4. Anak Manusia (Yoh 3:13). Yesus menyebut diriNya “anak manusia”. Anak manusia artinya “yang telah turun dari surga”.

5. Mengosongkan Keilahian (Fil 2: 5-8).

Fil 2:7 “Ia mengosongkan diriNya”, Ia mengosongkan 100% keilahianNya dan menjadi 100% manusia. Konsep ini sangat penting.

Karena itu pada Konsili Chalcedon (konsili ke 4) ditetapkan Yesus adalah 100% Allah dan 100% Manusia. Ini adalah doktrin orthodox.

Tapi seperti kita sudah belajar sebelumnya, ada ajaran-ajaran sesat yang menentang keilahian Yesus dan kemanusiaan Yesus sepanjang sejarang sebelumnya.

II. AJARAN-AJARAN SESAT BERHUBUNG KEMANUSIAAN YESUS.

*Di sepanjang sejarah kekristenan tidak begitu banyak kontroversi mengenai kemanusiaan Yesus dibanding keilahianNya.

*Namun pada abad ke-1 hingga abad ke-4 setidaknya ada tiga ajaran sesat yang timbul yang menentang kemanusiaan Yesus Kristus

1. Abad Pertama

    Doketisme

Dokeo: kelihatannya, tampaknya

2. Abad Keempat

(1) Apollinariusme :Yesus memiliki tubuh manusia tapi jiwaNya adalah Allah

Beberapa orang sampai sekarang masih berpandangan seperti ini

(2) Nestorianisme: Maria tidak mengandung Allah; setelah pembaptisan Yesus menjadi Allah pada tingkat tertentu.

Jadi kedua ajaran ini menyangkal akan kemanusiaan Yesus Kristus

BUKTI-BUKTI KEMANUSIAAN YESUS

(Fil 2:7, mengosongkan keilahian)

1 KeterbatasanNya secara jasmani

(1) Lapar (Mat 4:2)

(2) Haus (Yoh 19:28)

(3) Letih (Yoh 4:6)

(4) Sedih, kecewa terhadap murid-muridNya (Mat 26:36-41)

(5) Menderita dan Mati (Mat 27:50; Yoh 19:34)

Semua tanda diatas membuktikan bahwa Yesus 100% manusia.

2 KeberadaanNya secara jasmani dan kejiwaan

(1) Dia paling mengasihi Yohanes (Yoh 13:23). Dari keduabelas muridNya Ia lebih mengasihi Yohanes, ini juga karena Ia 100% manusia. Kita juga bisa saja mengasihi anak kita lebih daripada anak yang lain.

(2) Dia mengasihi Lazarus lebih dari yang lain (Yoh 11:3)

(3) Dia sedih ketika Petrus menyangkalNya tiga kali (Mat 26:37)

(4) Dia seringkali mengungkapkan sukacitaNya (Yoh 15:11, 17:13, Ibr 12:2)

(5) Dia mengungkapkan dukacita dan marah (Mark 3:5, 10:14, Yoh 2:13-22)

Allah yang begitu besar (powerfull) menjadi Allah yang tidak punya kekuatan apa2 (powerless). Mengapa Ia harus begitu? Semua demi anda dan saya.

3 Memiliki intelektual yang tinggi

(1) Dia mengetahui masa lampau, sekarang, dan yang akan datang; Dia mengetahui pikiran orang-orang (Luk 9:47; 6:8; Yoh 1:47; 2:25)

(2) Mengetahui perempuan Samaria yang mempunyai lima suami (Yoh 4:8)

(3) Meredakan angin ribut di danau (Mat8:26)

(4) Mengusir setan (Mat 8:26-34)

(5) Berkuasa mengampuni dosa (Mat 9:6)

(6) Yesus menyembuhkan yang buta (Mat 9:30)

(7) Mengadakan mujizat dengan tujuh roti dan dua ikan (Mat 15a;34-38)

(8) Mengadakan mujizat dengan tujuh roti dan dua ikan (Mat 15:34-38)

(9) Yesus membangkitkan Lazarus dari kamatian (Yoh 11:44)

(10) Penyangkalan Petrus sebanyak tiga kali (Mat 26:34)

(11) Nubuatan tentang kematian dan kebangkitanNya

(Mat 16:21; 17:9-22; 20:19-28; 21:39; 26:2; 12:36; 32:39,45,54

(Mark 9:10; Luk9:22-27; Yoh 2;18-22; 12:27-34)

Sementara kita tahu bahwa Yesus telah mengosongkan keilahianNya, bagaimana mungkin Dia melakukan segala mujizat ini?

Itu sebabnya Yesus siang dan malam berdoa kepada Allah Bapa, dan Allah Bapa memberi perintah kepada Allah Roh Kudus untuk memberiNya kuasa, Allah Bapa juga bisa memerintahkan MalaikatNya untuk memberi kekuatan kepada Yesus. Olehkarenya kita juga perlu selalu berkomunikasi kepada Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Itu lah doa.

Doa berarti kita mempunyai saluran dari hati ke surga. Yesuspun melakukan ini. Sebelum Yesus memilih murid-muridNya, ia berdoa semalaman berbica kepada Allah Bapa. Bangunlah saluran doa itu. Ketika kita membangun saluran doa itu kita juga bisa melakukan hal-hal di atas itu. Jika kita mempunyai hati yang kotor, kita tidak dapat membangun saluran doa.

4 Bergumul untuk memikul salib

(1) Hari Rabu pada Minggu penyaliban (12:27) Ia berkata seperti dibawah ini:

“Sekarang jiwaKu terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini”

4000 tahun lamanya Yesus sudah merencanakan penderitaan ini, namun sebagai manusia Ia bisa mengetahui betapa sakitnya di salib itu.

(2) Doa di taman Getsemani (Mat 26:36-46) sekitar pukul 11-12 malam. Besok harinya Ia akan disalibkan

1)Doa yang pertamakali (Mat 26:39)

“Ya BapaKu jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Karena Ia 100% manusia.

2)Doa yang keduakali (setelah seorang malaikat menguatkan Dia (Luk 22:42-43)

“Ya BapaKu jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendakMu.”

Sebelum Yesus berdoa untuk keduakalinya, seorang Malaikat datang menguatkanNya. Kalau Yesus memerlukan Malaikat, maka kitapun memerlukan Malaikat setiap hari.

3)Doa yang ketigakali sama dengan doaNya yang keduakali (Mat 26:44)

Ya BapaKu jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendakMu.”

DoaNYa ini membuktikan bahwa Yesus belum bisa menerima penyaliban ini, karena Ia ada di posisi manusia, jadi Ia tahu bahwa itu sakit sekali.

Doa yang terakhir Pukul 3 sore di kayu salib (Mat 27:46).

Yesus disalib pada pukul 9, jadi selama 6 jam Ia tergantung di kayu salib:

“Eli, Eli Lama Sabakhtani (Allahku Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?)

Di sini pun kita masih bisa merasakan bahwa Yesus masih belum bisa menerima penderitaan ini, karena ada di posisi manusia, bisa menderita sakit.

Pada saat Yesus tergantung di kayu salib, Ia memikul dosa seluruh umatNya, dosa masa lalu, masa sekarang, dan dosa masa yang akan datang. Ini adalah beban yang sangat berat dipikulNya, karena itulah Ia berseru “Eli, Eli Lama Sabakhtani”. Penderitaan itu terlalu berat bagiNya. Ini adalah rencana Allah Trinitas bagiNya. Padahal ketika rapat diadakan antara Allah Trinitas, Yesus juga ada di sana, dan menerima keputusan ini. Tetapi tiba saatnya Ia menjadi manusia, Ia merasakan penderitaan itu terlalu berat.

Kita harus berterimakasih kepada Yesus karena Ia mau menjadi 100% Allah dan 100% Manusia. Bukan sekedar mengatakan dimulut saja “terima kasih Tuhan Terima kasih Tuhan”. Tapi rasa terimakasih itu harus sungguh-sungguh keluar dari dasar hati kita setiap hari.

Kita harus heran dan merasakan kekaguman tak henti, mengapa Allah yang begitu besar , begitu tinggi mau direndahkan demi saya? Dia berkuasa atas seluruh ciptaanNya termasuk diri saya, tetapi Dia dibuat tak berdaya apapun sebagai manusia.

5. Setelah Kebangkitan Yesus kembali pada ketuhanan dan pencipta

(1)Tidak ada lagi kelemahan manusia yang tampak.

(2)Memerintah atas kerajaanNya dengan penuh kuasa.

(Maz 103:19 ; Yes 66:1; IKor 15:27).

(3)Seluruh ciptaan tunduk di hadapanNya dan mengaku bahwa Dia adalah Tuhan (Fil 2:10-11)

Sekarang, setelah mempelajari Alkitab kita mengerti mengapa Tuhan mau menunjukkan kelemahan kelemahanNya sebagai manusia. Dan kita juga mengerti mengapa Ia mau menjadi manusia yang lemah, yaitu supaya kita bisa mendapat tempat di kerajaanNya. Kita juga belajar bahwa dalam kelemahan-kelemahan kita sebagai manusia, seperti Yesus, kita harus membangun saluran doa (berdoa) kepada Bapa di Surga untuk meminta pertolonganNya.

Tinggalkan Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar.