TRINITAS DAN KRISTOLOGI 3 ALLAH DALAM TIGA PRIBADI

434 viewers

Setelah membahas sekilas tentang kekekalan, maka kita akan membahas inti dari Trinitas, yaitu Allah Kristen yang mempunyai Tiga Pribadi, atau Allah Tritunggal.

Ada banyak ajaran tentang Allah, tetapi doktrin ini adalah sebuah doktrin yang mengajarkan pemahaman tentang Allah yang sangat unik. Banyak orang tidak menerima ajaran Trinitas karena terlalu sulit bagi mereka untuk mengertinya. Bahkan karena kesulitan ini banyak ajaran sesat muncul dari komunitas Kristen sendiri (Rev.Thomas Hwang,Ph.D.- Trinitas dan Kristologi-halaman 17)
Allah Kristen adalah jamak namun ketiganya Setara dalam Sifat, Hakekat, Kwalitas, Kwantitas, Posisi, Karakter, Kuasa, Otoritas, dengan fungsi yang berbeda-beda.
Perbedaan Fungsi Allah Tritunggal dapat dibagi menjadi tiga:
(1)Allah Bapa : Perencana (Yoh3:16; 6:37-40) (Planner)
(2)Allah Anak : Pelaksana (yoh1:1,14, 3:16, 17:2,6, IKor12:5) (Executor)
(3)Allah Roh Kudus; Pemberi Kuasa (Luk 1:35, 5:17, Yoh 14:16,26; Kis 1:8; 1Kor 12:4) (Power Giver)
Yoh 3:16 menulis bahwa Allah Bapa mengirim AnakNya , dan Anak adalah pelaksana. Pelaksana berarti apa yang direncanakan oleh Allah Bapa akan di laksanakan oleh Allah Anak, dan Allah Roh Kudus lah yang memberi Kuasa untuk melaksanakan misi itu.
Dalam Kejadian 3:15 setelah Adam jatuh dalam dosa, Allah Trinitas mengadakan “rapat”, untuk menemukan cara menyelamatkan Adam dan keturunannya. Dalam “rapat” itu kemungkinan Allah Bapa adalah ketuanya. Walaupun Mereka punya kuasa yang sama, Allah Bapa lah yang aktip sebagai ketua rapat. Tetapi itu bukan berarti Allah Bapa menjadi lebih tinggi daripada dua yang lain.
Contoh lain terdapat dalam Mat.3:16-17 dimana Allah Bapa berkata: “Inilah Anak-Ku yang kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” Pada peristiwa itu ketiga Pribadi Trinitas hadir bersama-sama di tempat Yesus dibaptis di sungai Yordan. Roh Kudus turun dalam bentuk burung merpati, Allah Anak hadir secara pribadi dan Bapa hadir dalam suara. MEREKA manunggal dalam peran yang berbeda-beda.
Ini adalah konsep yang sangat penting. Sistem ketuhanan seperti ini hanya ada dalam Kristen. Islam yang mempercayai Mono God (tunggal), tentu sangat sulit menerima Konsep ketuhanan seperti ini. Disisi lain orang Kristen harus benar-benar memahami konsep ini supaya bisa mengajar orang lain dengan baik. Inilah fondasi gereja kita.
Kendati pun sulit dimengerti, konsep Trinitas ini tak akan pernah diubah atau dibuat mudah demi mengatasi kesulitannya. Telah dibahas sebelumnya bahwa Trinitas adalah Fondasi Kekristenan, sehingga semua doktrin yang dibangun: tentang manusia, dosa, keselamatan, gereja, misiologi, ibadah, Pertumbuhan Gereja, Konseling, Kepemimpinan, Pendidikan, Pelayanan Anak, Musik Kristen semua harus dibangun diatas Fondasi Trinitas.
Kita akan lanjut kepada pelajaran tentang Perkembangan Sejarah Nama Allah untuk mendapatkan kesimpulan yang alkitabiah tentang arti Nama Allah menurut bahasa asli Alkitab. Untuk itu silahkan melanjutkan ke bagian 4 (empat).

Tinggalkan Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar.