TRINITAS DAN KRISTOLOGI 9 AJARAN-AJARAN SESAT TENTANG YESUS KRISTUS

503 viewers

Sejarah perkembangan gereja pada abad pertama

Memahami sejarah perkembangan gereja selama abad pertama adalah hal yang penting untuk mengerti dasar-dasar sejarah gereja. Yesus lahir pada tahun 4 SM dan memulai pelayananNya pada tahun 26, ketika Ia berusia tiga puluh tahun. Tahun 30 adalah tahun di mana banyak peristiwa penting terjadi, seperti penyaliban, kebangkitan dan kenaikan Yesus, dan juga berdirinya gereja mula-mula, yaitu Gereja Yerusalem. Gereja Yerusalem bertumbuh menjadi lebih dari 20.000 anggota jemaat dalam kurun waktu yang singkat. Namun, gereja ini tidak terlibat dalam misi dunia dan tidak menaati amanat Yesus seperti terdapat dalam Kisah Para Rasul 1:8, …dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Untuk alasan ini, hanya tiga tahun setelah berdirinya Gereja Yerusalem, Allah mengizinkan penganiayaan terjadi atas gereja ini. Dan sebagai akibatnya, banyak jemaat Gereja Yerusalem tersebar ke berbagai tempat seperti Turki, Antiokhia dan Damsyik. Gereja harus mencamkan hal ini sebagai suatu peringatan dari Allah. Ketika gereja tidak menaati Amanat Agung, cepat atau lambat gereja akan merosot; ada perselisihan, pertikaian, penganiayaan, perpecahan dan pada akhirnya gereja akan tutup. Fakta membuktikan melalui sejarah gereja abad pertama hingga akhir abad ke-20, ada begitu banyak gereja yang tidak menanggapi peringatan Allah sehingga akhirnya gereja tutup dan gedungnya dijual.

Beberapa jemaat gereja yang meninggalkan Yerusalem pergi ke Antiokhia dan mendirikan sebuah gereja di sana. Salah satu pemimpin Gereja Antiokhia adalah Simon, orang yang memikul salib Yesus. Kemudian setelah Barnabas menjadi pemimpin di Gereja Antiokhia, ia mengajak Paulus untuk bergabung dengan gereja tersebut.
Penjelasan yang lebih rinci akan sejarah perkembangan gereja, dapat di ikuti dengan membaca buku TRINITAS & KRISTOLOGI, oleh Rev.Thomas Hwang Ph.D

Kondisi rohani gereja pada akhir abad pertama

Setelah tahun 70 masehi, gereja-gereja yang berada di luar Yerusalem termasuk gereja di Asia, Yunani dan Italia mengalami pertumbuhan secara rohani. Namun, di dalamnya ada banyak masalah seperti masalah teologi, kepemimpinan dan bidat. Bidat artinya doktrin yang salah atau pengajaran Alkitab yang salah. Contohnya adalah Saksi Yehuwa.

Selain masalah ini, pemerintah Roma juga melakukan penganiayaan yang hebat terhadap gereja-gereja. Dikarenakan begitu kejamnya penganiayaan tersebut, orang-orang percaya tidak bisa secara terang-terangan menyatakan dirinya sebagai orang Kristen, sehingga mereka bersembunyi dan tinggal di sebuah tempat yang disebut Katakombe. Katakombe ini adalah sebuah lorong jalan di bawah tanah yang digunakan sebagai tempat pekuburan dan di bawahnya terdapat tempat yang luas dan ruang-ruang di mana mayat dibaringkan. Di tempat inilah orang-orang percaya tinggal dan menyembah Tuhan. Mereka dipanggil dengan sebutan “Kristen Katakombe” khususnya pada abad pertama hingga abad ketiga.

Tinggalkan Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar.